Kita adalah dua orang yang asing
Yang bahkan masing-masing dari kita tak menyadari
Jika masing-masing dari kita ternyata ada
Namun itu berbeda saat aku, mengetahui tentang dirimu
Aku pun lupa sejak kapan hatiku tertaut pada sosok hebat
sepertimu
Ia yang begitu passionate atas apa yang Ia kerjakan
Ia yang hebat namun membumi, mau bercerita dan berbagi
Sosok yang sudah melanglang buana namun tak lupa menjadi
manusia
Tak lupa menjadi manusia
Iya itu yang membuatku terus terpana
Di setiap ceritanya yang tersusun rapi dalam bukunya seri
perdana
Aku merasakan ketulusan seorang anak manusia menggapai asa
Tentang situasi perjuangan yang sesuai realita
Ia yang begitu apa adanya, membuatnya tetap menjadi manusia
Hai kak, asal kau tahu
Di saat aku berada di posisi terpuruk, seringkali aku
melihat Instagrammu
Oh, ternyata kamu sedang melakukan ini itu
Sedangkan aku di sini hanya melakukan hal tak menentu
Itu yang membuatku terus bergerak perlahan agar tak terpuruk
di tempat itu
Ketika aku lelah atas pekerjaanku
Seringkali aku mengucap,”Malu sama kak Iman Usman, gini aja
ngeluh”
Ku ucapkan berkali-kali
Dan surprisingly itu berhasil membuatku termotivasi kembali
Terimakasih kak, sudah berbagi banyak hal
Mungkin kamu tak pernah tahu bahwa aku ada
Namun, segala peranmu sudah cukup untuk mengisi jiwa
Semoga Kak Iman baik-baik selalu di mana pun berada
Tidak ada komentar:
Posting Komentar