my profile

Jumat, 27 Juni 2014

Mungkinkah? Part 1



Hari ini tepat 1 ramadhan
Alhamdulillah aku masih diberi kesempatan untuk merasakan dan bertemu bulan penuh rahmat ini tahun ini, walau dengan suasana hati yang berbeda.
Aku masih ingat ketika tahun lalu bulan puasaku aku habiskan dengan berjuang menembus perguruan tinggi favoritku mati-matian, aku tak bisa memikirkan apa-apa lagi, aku hanya berfikir bagaimana caranya aku membanggakan orang tua, menghapus raut sedih dari wajah mereka yang perlahan menua dengan menunjukkan pada mereka bahwa aku bisa diterima. Tetapi semua itu serasa syahdu, begitu juga hari raya idul fitri yang amat meriah dikarenakan umat islam di Indonesia berlebaran di hari yang sama, biasanya terjadi perbedaan dalam menjatuhkan kapan hari raya.
Aku juga merasa syahdu ketika aku benar-benar berada di titik maksimal kesyahduan ramadhan dan idul fitri tahun lalu tatkala aku merasa bahwa setelah ini aku akan menjadi anak rantau yang jauh dari orang tua, maka aku memanfaatkan semua momen dengan intim bersama mereka, bisa melihat nenekku dari ayah di Pamekasan, Madura yang pada tahun ini telah berpulang ke Rahmatullah.. setidaknya aku tidak melewatkan itu semua setelah setahun terakhir ini aku harus meninggalkan keluarga dan segala fasilitasnya utk belajar di sebuah universitas swasta yang cukup terkemuka di kota apel, Malang.
Indah ketika mengingat itu semua, damai mengingat itu semua. Tidak seperti yang aku rasakan sekarang, gamang dan sedih karena suatu hal..
***


“Wid, ayolah wid angkat telfonku, plis jangan molor gini!!!!!,” aku tergeragap ketika membaca sms dari salah satu teman. Kulihat jam dinding di kamarku yang menunjukkan pukul 06.30 pagi. Celaka 13!!! Aku terlambat mengantar temanku ke bandara! Aku sudah berjanji padanya untuk mengantarkan dia pukul 04.30 pagi, tapi aku justru kesiangan. Langsung ku telfon dia dengan panik. Lama tak kunjung ada jawaban akhirnya diangkat.

“kak, kamu dimana sekarang,?” tanyaku panik
“udah di bandara,” katanya dingin
“maaf kak,” tak terasa bulir-bulir air mataku luruh
“udahlah, ga ngerubah juga kan!,” katanya singkat
Klik. Telfon ditutup

Aku tak kuasa atas ini semua. Aku sedih, aku merasa bodoh atas kelalaianku ini. tangisku makin menjadi-jadi sampai salah satu mbak-mbak yang kamarnya bersebelahan denganku mendatangiku dan menanyaiku. Aku tak kuasa menjawabnya. Pandanganku tertumbuk sejenak pada bungkusan putih di atas meja yang telah kusiapkan sejak kemarin malam. Ya, itu adalah makanan yang sengaja aku buat untuk dia bawa selama perjalanan. Aku lembur semalaman demi itu dan justru malah kesiangan. Sakit rasanya. Sejak saat itu sms ku tak pernah dibalas.
***

Sebenarnya tak hanya insiden itu saja yang membuatku bersedih setengah mati, aku juga melakukan hal bodoh lain sebelumnya, yang membuat kita bertengkar. Ya yaa yaa, itu semua salahku, aku memang salah. Lengkap sudah kesalahanku padanya.
Aku bergegas pulang kampung pada hari itu juga. Setelah berkemas dengan singkat, aku pulang. Ku pandangi kamarku dengan gamang, entah kenapa berat rasanya meninggalkan kamar kos ini, padahal hanya ku tinggal selama 3 bulan selama liburan. Disinilah semua kenangan terpatri, mulai dari lembur belajar, ngerjakan tugas, sampai dengan tersenyum2 sndri sembari membaca sms dari DIA yang seringkali lucu dan indaah.. ya Allah, bahkan aku tak tahu bagaimana kini hubunganku dengan dia. Mungkinkah dia sangat membenci karena semua kesalahanku yang menyakiti perasaan? Aku tak tahu, yang jelas aku hanya ingin menangis saja. Akhirnya ku kunci pintu kamarku dan turun ke bawah melewati tangga dengan perlahan. Ku starter motorku, dan pergi berharap aku selamat sampai tujuan selama 3 jam perjalanan ke depan.
***

“Rio, sepertinya kelompok tugas antropologi kita kurang 1 orang ya,” kataku pada Satrio, lelaki berkacamata, teman yang baru ku kenal selama 2 minggu di kelas ini.
“tadi ada 1 anak yang ingin gabung, tapi aku lupa namanya,” kata Rio
“yang mana anaknya?,”tanyaku
“nanti saja ya kalau sudah di perpus aku beritahu deh,”
“oke,”
Di Perpustakaan kampus..
“ini Wid, yang mau gabung jadi kelompok kita”, kata Rio sambil menunjuk anak di sebelahnya
“2 orang?,” tanyaku balik
“kalau masih ada kuota, kami berdua boleh gabung yaa?” kata salah satu dari mereka.
“wah padahal kuota cuma sisa 1,” kataku menyesal
“eh begini, siapa yang tadi ingin gabung duluan?,” tanyaku lagi
“tadi Indra yang ingin gabung lebih dahulu”,  kata Rio sambil menunjuk salah satu anak di sebelahnya. Anak itu cukup tinggi, wajahnya bersih, rambutnya jegrik-jegrik ke atas. Aku malah melihat anak ini mirip dengan salah satu vokalis band yang liriknya kira-kira begini,”buka hatimuu, bukalah sedikit untukkuu”. Itulah kira-kira.
“iya tadi aku yang minta gabung duluan, tapi kawan awak ni mau gabung juo,” kata Indra
“hmm begini ya, aku bakal menghargai yang minta gabung duluan, nanti kamu akan kucarikan kelompok yang lain yaa”, kataku seraya berbicara pada anak di samping Indra yang ku ketahui namanya adalah Awan.
Akhirnya, kami mengerjakan tugas ini sehari penuh sampai maghrib di gazebo tempat mahasiswa menikmati wifi atau sekedar santai. Kami juga sesekali bertanya-tanya dan bercanda untuk sekedar mengakrabkan diri. Yaa masa awal kuliah pasti butuh adaptasi yah. Sedari tadi, anak yang bernama Indra ini berusaha bercanda, mulai dari menertawakan blogku yang berwarna-warni cerah, yang kebetulan aku numpang akses blog di laptopnya, sampai menyuruhku ikut audisi generasi 3 JKT48 sambil tertawa-tawa juga. Ya ampun apaan sih anak ini.
“Widya, kamu jualan pulsa ya?” tanya Indra kemudian
“iya” jawabku singkat
“aku mau beli donk”
“oke, berapa nomormu?” kataku sambil mengeluarkan handphone khusus transaksi pulsa
“ciyee, tanya-tanya nomorkuu” katanya dengan ekspresi merem-merem malu gak jelas kayak orang kebelet pipis
“jadi ga?” kataku sambil memasang wajah –hello apa sih-
“iya,iya” katanya sambil mendiktekan nomor dan nominalnya. Tak lupa dia mengeluarkan uangnya
Akhirnya tugas kami selesai dan memutuskan untuk pulang. Awalnya kami berjalan beriringan tetapi masing-masing dari kami akhirnya berpisah. Aku berjalan di belakang sendirian. Tak jauh di depanku ada Indra dan salah satu teman cewek yang 1 kelompok denganku. Mereka berjalan beriringan di depanku. Teman ku cewek yang 1 itu aktif sekali ketika berbicara. Entah mengapa aku tak seberapa ngeh ketika mengenal Indra. Dia cukup tampan, tapi aku tak seberapa tertarik. Bukan tertarik dalam arti suka lawan jenis ya, tapi tertarik dalam berkomunikasi dengannya. Tapi dua-duanya juga bisa sih. Entah kenapa aku biasa saja. Tapi semua ini juga beralasan, aku punya prinsip. Prinsip alay sih. Aku punya quote bahwa Orang ganteng itu banyak yang suka, dia juga memanfaatkan kegantengan mereka untuk mereka sendiri. Pokoknya sakit kalau sama orang ganteng. Mending sama orang biasa aja, kita aja yang suka, ga ada yang suka lagi sama dia selain kita. That’s why I dislike with handsome person, haha..
                                                                  ***
to be continued

Senin, 16 Juni 2014

another story about you..

haloo
balik lagi nih sm yg punya blog..
mau nulis cerita galau lagi nich , haha...
maaf krn ga bs menyajikan blog yg bermutu, isinya cuma tumpahan cerita dan air mata,

ak hari ini, detik ini , sedih krn sesuatu..
bgmn rasanya diketusin sm org yg kamu cinta? pdhl biasanya normal2 aja..
oke ni ak mau cerita, tentang seseorang..
bukan pacar, krn ga punya pacar :D
seseorang yg masih sama, yg ribuan kata tersimpan utknya..
gatau knp ak hr ini begitu merindukannya, ak ingin banyak berbicara santai dgn dia,
seperti dulu..
tapi apa daya ak ga bs ngobrol dgn dia krn ak ngrasa dia sedang in "bad condition" .
it's just my feeling.. but i know it's true..
gmn rasanya ketika omonganmu ditanggapi ketus sm org yg km rindukan?
gmn rasanya ketika km rindu tp tak bisa kau ungkapkan pdhl dia dekat?
itu yg trjadi sm aku skrg..
ketika ak mencoba minta maaf, dia mlh dobel ketusnya, aku tau dia jengkel tp berusaha ditutupi..
Ya Allah, hamba bingung harus berbuat apa..

di lain sisi, hamba merenung..
sampai kpn hamba menahan sakit atas rasa ini?
bukankah cinta yg hakiki itu adlh cinta yg menenangkan?

berada di dekat org inii dan menyimpan perasaan terpendam padanya itu sakit..
tapi berada jauh darinya itu juga sama2 sakit..
banyak kok hal sakit yg sering terjadi..
salah satunya adalah
i know about my condition, i'm in bad condition,
dan ak berjalan di samping dia, yg menawan..
lalu aku bertemu dgn teman2nya, di sana aku seperti merasakan tusukan jarum ketika melihat teman2nya memberikan pandangan yg takjub pada kami, seolah2 mereka ingin berkata  -gmn bs loe yg jelek gt bs jalan sm dia yg ganteng- hal itu..
oke cukup aku menyadari itu kok.. :)

kadang aku tahu, klo sbnrnya dia juga malu berjalan sm aku,
dia selalu agak ga suka klo aku nyapa2 org yg aku kenal di jalan, dna itu keadaannya kita lg boncengan atau lg jalan bareng
aku tahu dia malu, aku tahu dia malu jika dia disangka pacarku..
dia akan bangga jika berjalan disamping org yg cantik, seperti salah satu temannya, sebut saja bunga..
wanita yg fotonya dia simpan di hapenya, aku tahu kok dia menyukainya,

atau bgmn dia memperlakukanmu berbeda dr yg lain
dia bersikap halus pd wanita lain, tapi tidak denganmu..
alasannya adlh krn, "KAN KITA SUDAH AKRAB, jadi aku tau km ga bakal marah klo ak ngelakuin gt"
akrab bgmn? dia memperlakukan sahabatnya yg nan jauh di mato aja lembut kok
kok ke aku beda ? :'(

sakitnya disini men, disiniiiiiiii
dan oke, mlm ini aku nangis lagi utk kesekian lagi
sbnrnya ga pgn nangis, tapi apa dayaa..
aku tahu kamu memang ga ada perasaan apa2 sm aku
mungkin mencintaimu adlh keslaahan terbesar buat aku
mungkin ak slh dlm mencintai seseorang

ya Allah, hamba tahu ini zaman yg keras..
tolonglah hamba, supaya tdk terjebak di cinta yg semu
berikanlah hamba seseorang yg bs menerima hamba apa adanya, menyayangi dan mencintai karena-Mu..
hilangkan rasa ini padanya,
mungkin dia memang utk yg lain, bukan utkku, yg buruk ini..

ya Allah, hiburlah perasaan ini yg sedang tak karuan..


Kamis, 12 Juni 2014

Pantaskah aku mencintaimu?
Pantaskah ku mengidamkanmu?
seseorang yg bahkan tak sepadan denganmu..
Mungkin memang takdirku, berada di jarak yg sungguh dekat dengan seseorang yg aku cintai,
tapi sayangnya hati kita terpaut jauh..
kau mungkin tak mengerti bagaimana rasanya menahan sakit , berada di dekat orang yg kita cinta, tapi tidak untuk kita miliki..
seringkali diri ini mencoba utk menjauh darimu sejengkal saja, tapi hati ini takkan pernah berbohong jika ku merindukanmu..
kau mungkin tak mengerti bagaimana rasanya menahan sakit, ketika aku mengetahui banyak di luar sana yang juga mencintaimu..
kau mungkin juga tak mengerti bagaimana rasanya menahan nyeri, ketika kau menceritakan kepadaku ttg seseorang yang sebenarnya kau juga menyukainya..
andai kau tahu, aku tak pernah bisa marah padamu atau sekedar tak menghiraukanmu..
aku menyadari semua kekuranganku, yg tak pernah bisa pantas utkmu..
seringkali aku bertanya2, mengapa aku harus dipertemukan dgn seseorang yg tak mungkin ku miliki nantinya?

catatan random, ditulis dgn suasana hati yg random pulaa..