my profile

Minggu, 14 Juni 2020

Kamu yang Ku Kagumi dalam Diamku Sendiri

Untuk kamu yang ku kagumi diam-diam.
untuk kamu yang notifikasi pesannya selalu tak terduga, namun selalu membuatku tersenyum lebih lebar dari biasanya.

Aku selalu berusaha menjauhi kerumunan orang-orang yang terang-terangan mengagumimu, bersikap seolah aku tidak tertarik ikut membahas dirimu, padahal dalam diam aku selalu mengucap doa mungkinkah kamu jodohku.

Akhirnya waktu itu datang, waktu di mana aku dapat berinteraksi denganmu. Benar kata mereka, kamu amatlah "sempurna" dan di otakku hanya berisi perbandingan-perbandingan tidak sekufu antara aku dan dirimu. Khayalanku tentangmu begitu indah namun pikiran mana mau kamu denganku yang seperti ini selalu menyadarkanku ke titik realita yang semu, hingga saat ini berangan-angan tentangmu saja aku begitu malu.

Kamu memang baik, tak perlu ku ceritakan detail kebaikanmu di postingan blog yang rentan bebas dibaca orang dekat yang mungkin dapat menebak jika tulisan ini untuk dirimu. Kamu baik sekali, kebaikan yang dapat tulus ku rasakan sendiri. Aku selalu bersikap biasa saja denganmu, walau setiap sujud selalu mengharap ridho Allah dan berharap doaku tentangmu menjadi kenyataan suatu hari nanti.

Lalu mengapa aku menulis blog ini? Seringkali, untuk mengingat suatu hal, aku selalu menuliskannya. Dengan membaca tulisanku sendiri akan sesuatu, selalu membantuku mengingat kepingan memori yang bisa saja aku lupa di kemudian hari. Aku menulis ini, mungkin untuk tertawa jika nanti ternyata perasaanku sudah tak tertuju padamu lagi. Atau mungkin aku menangis bahagia jika ternyata sosokmu yang begitu ku idamkan, ternyata nyata menjadi partner kehidupan.

Katamu kau tak berharap? namun kenapa selalu mengucap doa?
yah bukankah kita senantiasa hidup karena senantiasa ada harapan sebagai pemantik untuk bertahan hidup?

Thx u mas


Senin, 08 Juni 2020

DOA YANG KESAMPAIAN, NAMUN........................HIKS

DAMN!

Mataku nanar ketika melihat Kereta Argo Wilis rute stasiun Gambir Jkt- Stasiun Gubeng Jkt masuk dalam daftar kereta yang dibatalkan. Tak sadar aku langsung menangis sembari memeluk handphone bututku. Ku telpon orang tuaku, tapi tak ada satu pun yang mengangkat. YAAAAA EMANG GAK ADA YANG ANGKAT ORANG ITU JAM 1 PAGI

Iya, aku menangis dini hari, patah hati rasanya. Namun, masih lebih sakit melihat kamu dengan yang lain.

Akhirnya aku lakukan refund saat itu juga dengan meracau dan merutuki nasib. Nyalahin corona, pemerintah, nyalahin tiongkok, wes semua serba salah deh. Walaupun aku lebih menyalahkan diriku sendiri yang kenapa tidak keburu pulang sebelum akses ditutup. Aku terlalu takut jika tiba-tiba disuruh ke kantor untuk hal penting, tiba-tiba ada kepentingan di Jkt, dan pikiran kalau tiba-tiba ada urusan lainnya. Nyatanya enggak ada yang nyariin kamu juga kok, Rin. Selaaawww kamu enggak penting, Rin wkwkwkwkwwk sad.

TERINGAT AKAN DOA YANG DIPANJATKAN

Pagi itu, aku lupa hari apa, yang jelas itu weekend saat aku libur bekerja. Aku sedang merapikan essay beasiswaku yang tidak ada bobotnya ini. Lalu pikiranku menerawang tentang doa yang ku panjatkan saat Ramadhan tahun lalu. Iya aku ingat sekali, aku berdoa semoga tahun depan a.k.a tahun 2020 ini aku sudah pindah ke negara lain untuk belajar dan bersedih karena tidak dapat pulang saat lebaran. Tidak pulang saat lebaran kala itu ku pikir sangat edgy dan keren sekali bagiku yang selalu berkumpul bersama keluarga tiap hari besar.

TAPI KAN AKU BERDOA TIDAK PULANG LEBARAN KARENA BELAJAR DI NEGERI ORANG, BUKAN KARENA KENA TUTUP AKSES CORONA DI JABODETABEK WAKAKAKAKAKAKAK

iya, Allah memang mantap kali jika mengabulkan doa hambanya. Sesuai aja gitu. Karena usahaku kuliah master ke luar negeri belum sesuai, oleh Allah ditunda dulu itu cita-cita berlebaran di luar negerinya dan diganti berlebaran di Depok. DEPOK, D.E.P.O.K, DPK

KUALAT KOWE KAPOOKKK

YHAAAA aku memang banyak berdoa tahun lalu dan satu persatu dikabulkan saat ini. Mulai dari bertemu dengan idolaku, Iman Usman sampai sedih-sedih berlebaran di kota orang. Bertemu Iman Usman tuh memang anugerah dan tidak disangka sekali. Namun berlebaran di kota orang juga sangat tidak disangka sekali.
Tapi tak apa, setidaknya aku bisa tidur pagi saat libur, santai-santai nonton warkop dki, drama korea, dan aktivitas rebahan lainnya, tentunya ini tidak mungkin bisa dilakukan jika aku lebaran di rumah. Tapi tetap saja aku rindu rumah karena terakhir meninggalkan rumah tanggal 10 Oktober 2019.


YA ALLAH MAAFKAN HAMBA YANG KALAU BERDOA MEMANG SUKA KELEWATAN