Judul : EXPLORE : 20 Kisah Perantau Ilmu
Penerbit : PT Elex Media Komputindo
Tempat Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2017
Cetakan Pertama
Ukuran : 14,2 x 21 cm
Jumlah Halaman : vii, 172
ISBN : 978-602-04-4724-7
"BEASISWA"
Kata yang amat familiar ya di keseharian kita. Bahkan saya sendiri pun sudah tahu kata tersebut dari jaman menempuh pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah (sekolah Islam setara Sekolah Dasar). Seolah kata "beasiswa" itu sendiri menjadi suatu hal yang diinginkan dan dikejar oleh setiap orang. Mereka yang mendapatkan beasiswa tak hanya mendapat fasilitas tunjangan biaya pendidikan atau bahkan malah 100 persen gratis, tapi juga kebanggaan diri karena berhasil meraih beasiswa.
Buku-buku tentang beasiswa pun juga sudah banyak sebenarnya, mulai dari kisah sukses penerima beasiswa hingga kupas tuntas trik lolos beasiswa tertentu. Kali ini buku yang masih dalam tema beasiswa datang dari Perhimpunan Pelajar Indonesia Se-dunia atau PPI Dunia. sebenarnya buku ini sudah lama terbit sejak bulan Agustus 2017 lalu hanya saja baru bisa review bulan dan tahun ini karena tingkat procrastinate yang tinggi heheeuu :''')
Sebenarnya saya dapat buku ini karena menang giveaway dari salah satu anggota PPI Dunia, mas Rama Rizana dari PPMI Saudi. Diumumkan kalau dapet bukunya sekitar bulan Oktober 2017, sampai di rumah sekitar awal Desember 2017. Saya kira dikirim langsung dari Arab eh ternyata dari Jakarta weheheheh (YAKELES NGAREP BANGET MAHAL LHO)
Okay let's start the review!
Kesan pertama lihat promosi buku ini bertebaran di sosial media dan grup whatsapp : WAH COVERNYA BAGOES!
Ya kebetulan saya memang follow akun instagram PPI Dunia dan beberapa pengurusnya, sempat tergabung menjadi member di salah satu komunitas beasiswa, otomatis jejaring saya tentu dekat dan saya terkena paparan informasi tentang buku ini.
Sewaktu buku ini sampai, dielus-elus dulu covernya yang bagus, di-instastory in sama di tag mas Rama Rizana nya biar sedikit ala-ala, kemudian dibaca.
Kagetnya, ternyata buku yang saya dapat ini ada tanda tangannya beberapa penulis. sekitar 5 penulis dengan spesial ttd nya bertengger di cover kedua buku saya. Tak lupaaaa, ttd koordinator PPI Dunia 2016/2017 yang saya kagumi pun juga ada. Sepertinya ini buku yang di tanda tangan ketika acara bedah buku nya dulu.
Satu hal, buku ini recommended untuk dibaca sedari dini mungkin, dari SD kalau mau bahahaha. Ya tidak apa-apa toh supaya mimpi nya menyala sedari dini juga. ya SMA lah kalau bisa harus baca yang beginian. Karena di cerita awal, dikisahkan mbak-mbak lulusan SMA yang ingin kuliah ke Mesir namun ragu karena minim kemampuan bahasa Arab. Namun karena adanya informasi dan usaha, beliau mencapai keinginan tersebut.
and.. this story punch me up!
kenapa? saya sedih ketika jaman saya SMA, minim sekali informasi beasiswa seperti ini dan jujur saja dahulu saya pernah ada keinginan menempuh studi di Al-Azhar pula, dengan latar belakang yang sama, dan kekurangan yang sama. Bedanya mbak tersebut mendapat informasi, dorongan dan usaha beliau cukup keras untuk beradaptasi dengan dinamika salah satu kampus tertua di dunia tersebut.
masih ingat dahulu ketika saya mengutarakan niat saya untuk belajar ke Mesir, beberapa dari orang-orang kala itu berkata,"kamu kan bukan anak MAN (Madrasah Aliyah Negeri ; setara SMA)", atau "kalau mau ke Al Azhar harus hafal Alqur'an 10-15 juz" dan informasi-informasi yang tidak kredibel lainnya. Entahlah hanya saja dahulu saya cuma anak desa yang polos, sudah tersentuh internet (sekitar tahun 2011-2012) namun belum tahu mencari informasi beasiswa luar negeri dan cara mendaftarnya. Itulah mengapa buat kalian yang masih SMP-SMA buku ini cukup recommended untuk dijadikan salah satu koleksi buku self-improvement agar kalian punya gambaran lebih awal tapi juga harus tetap usaha dan jemput bola ya.
Lalu bagaimana 19 cerita lainnya?
Jadi buku ini punya 20 cerita berbeda dengan pengalaman yang berbeda namun satu suara bahwa "beasiswa itu diperjuangkan". Bahkan ada salah satu mahasiswa yang berkuliah di Hongaria bahwa dia menghabiskan berjuta-juta rupiah untuk ujian tes IELTS selama 4 kali dan beberapa ujian persiapan bahasa lainnya. Tidak kaget sebenarnya, karena mungkin nanti saya pun juga akan seperti itu berdarah-darahnya. Ibaratnya teman-teman dan kakak-kakak kita ini seolah teriak ke telinga kita kalau "Susah banget tauk nyesuaiin standar persyaratan kampus luar negeri namun pada akhirnya kita bisa, kamu juga bisa".
teriaknya panjang amat, Kak...........................
hahahah gak kok khayalan Arina aja ini mah
mungkin PPI Dunia ini berusaha menampilkan cerita dari 20 orang berbeda dengan latar belakang berbeda, supaya referensi realitas kita dalam melihat hakekat memperjuangkan beasiswa juga semakin beragam. Tak cuma 2 cerita di atas saja. Ada juga yang dengan latar belakang mahasiswa sekaligus "ibu" dengan anaknya yang masih balita sampai cleaning service yang kini sukses menempuh studi di Madinah. Ibaratnya, no excuse dalam menjadi pejuang beasiswa, kalau berusaha dan berdoa pasti bisa. Mereka yang mungkin ada yang lebih susah dari posisi kita saat ini, ternyata sanggup melunasi mimpi-mimpinya,eaa...
Tamparan keras untuk saya, yang masih suka menjadi ratu procrastinate sedunia dalam latihan soal TOEFL/IELTS dan isi formulir beasiswa.
Karena ini buku giveaway jadi saya tidak tahu harga pastinya. Tapi dahulu pernah kepo kalau tidak salah harganya sekitar Rp. 48.000,- . Entahlah jika ada perubahan harga atau selisih beberapa perak di beberapa toko buku. Kalau mau beli buku ini coba cari di toko buku terdekat seperti Gramedia atau Togamas, semoga masih ada ya. Harga yang sesuai untuk buku yang berisi cerita-cerita ringan namun berbobot untuk mereka yang ingin tahu bagaimana proses mendaftar studi ke luar negeri atau untuk sekedar recharge energi buat mereka yang agak putus asa di tengah berjuang atau bahkan pura-pura lupa (?) seperti saya ini hahahaha. Sebenarnya agak lama menghabiskan buku ini, agak bosan juga. Pada akhirnya saya berhasil menyelesaikan buku ini dalam waktu 4 hari. Lumayan lama sebenarnya ya heheuu :'')
Last but not least, satu kutipan dari Mbak Zakiyah Eke, mahasiswa Master di Wageningen University, Belanda yang sangat kusuka.
"Sebab kita tak tahu, bagian yang mana dari ikhtiar kita yang menjadi rezeki kita.. Keep going!"
Tetap semangat yhaaaaaa!
Penerbit : PT Elex Media Komputindo
Tempat Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2017
Cetakan Pertama
Ukuran : 14,2 x 21 cm
Jumlah Halaman : vii, 172
ISBN : 978-602-04-4724-7
"BEASISWA"
Kata yang amat familiar ya di keseharian kita. Bahkan saya sendiri pun sudah tahu kata tersebut dari jaman menempuh pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah (sekolah Islam setara Sekolah Dasar). Seolah kata "beasiswa" itu sendiri menjadi suatu hal yang diinginkan dan dikejar oleh setiap orang. Mereka yang mendapatkan beasiswa tak hanya mendapat fasilitas tunjangan biaya pendidikan atau bahkan malah 100 persen gratis, tapi juga kebanggaan diri karena berhasil meraih beasiswa.
Buku-buku tentang beasiswa pun juga sudah banyak sebenarnya, mulai dari kisah sukses penerima beasiswa hingga kupas tuntas trik lolos beasiswa tertentu. Kali ini buku yang masih dalam tema beasiswa datang dari Perhimpunan Pelajar Indonesia Se-dunia atau PPI Dunia. sebenarnya buku ini sudah lama terbit sejak bulan Agustus 2017 lalu hanya saja baru bisa review bulan dan tahun ini karena tingkat procrastinate yang tinggi heheeuu :''')
Sebenarnya saya dapat buku ini karena menang giveaway dari salah satu anggota PPI Dunia, mas Rama Rizana dari PPMI Saudi. Diumumkan kalau dapet bukunya sekitar bulan Oktober 2017, sampai di rumah sekitar awal Desember 2017. Saya kira dikirim langsung dari Arab eh ternyata dari Jakarta weheheheh (
Okay let's start the review!
Kesan pertama lihat promosi buku ini bertebaran di sosial media dan grup whatsapp : WAH COVERNYA BAGOES!
![]() |
| Cover depan yang seperti komik |
Ya kebetulan saya memang follow akun instagram PPI Dunia dan beberapa pengurusnya, sempat tergabung menjadi member di salah satu komunitas beasiswa, otomatis jejaring saya tentu dekat dan saya terkena paparan informasi tentang buku ini.
Sewaktu buku ini sampai, dielus-elus dulu covernya yang bagus, di-instastory in sama di tag mas Rama Rizana nya biar sedikit ala-ala, kemudian dibaca.
Kagetnya, ternyata buku yang saya dapat ini ada tanda tangannya beberapa penulis. sekitar 5 penulis dengan spesial ttd nya bertengger di cover kedua buku saya. Tak lupaaaa, ttd koordinator PPI Dunia 2016/2017 yang saya kagumi pun juga ada. Sepertinya ini buku yang di tanda tangan ketika acara bedah buku nya dulu.
Satu hal, buku ini recommended untuk dibaca sedari dini mungkin, dari SD kalau mau bahahaha. Ya tidak apa-apa toh supaya mimpi nya menyala sedari dini juga. ya SMA lah kalau bisa harus baca yang beginian. Karena di cerita awal, dikisahkan mbak-mbak lulusan SMA yang ingin kuliah ke Mesir namun ragu karena minim kemampuan bahasa Arab. Namun karena adanya informasi dan usaha, beliau mencapai keinginan tersebut.
and.. this story punch me up!
kenapa? saya sedih ketika jaman saya SMA, minim sekali informasi beasiswa seperti ini dan jujur saja dahulu saya pernah ada keinginan menempuh studi di Al-Azhar pula, dengan latar belakang yang sama, dan kekurangan yang sama. Bedanya mbak tersebut mendapat informasi, dorongan dan usaha beliau cukup keras untuk beradaptasi dengan dinamika salah satu kampus tertua di dunia tersebut.
masih ingat dahulu ketika saya mengutarakan niat saya untuk belajar ke Mesir, beberapa dari orang-orang kala itu berkata,"kamu kan bukan anak MAN (Madrasah Aliyah Negeri ; setara SMA)", atau "kalau mau ke Al Azhar harus hafal Alqur'an 10-15 juz" dan informasi-informasi yang tidak kredibel lainnya. Entahlah hanya saja dahulu saya cuma anak desa yang polos, sudah tersentuh internet (sekitar tahun 2011-2012) namun belum tahu mencari informasi beasiswa luar negeri dan cara mendaftarnya. Itulah mengapa buat kalian yang masih SMP-SMA buku ini cukup recommended untuk dijadikan salah satu koleksi buku self-improvement agar kalian punya gambaran lebih awal tapi juga harus tetap usaha dan jemput bola ya.
Lalu bagaimana 19 cerita lainnya?
Jadi buku ini punya 20 cerita berbeda dengan pengalaman yang berbeda namun satu suara bahwa "beasiswa itu diperjuangkan". Bahkan ada salah satu mahasiswa yang berkuliah di Hongaria bahwa dia menghabiskan berjuta-juta rupiah untuk ujian tes IELTS selama 4 kali dan beberapa ujian persiapan bahasa lainnya. Tidak kaget sebenarnya, karena mungkin nanti saya pun juga akan seperti itu berdarah-darahnya. Ibaratnya teman-teman dan kakak-kakak kita ini seolah teriak ke telinga kita kalau "Susah banget tauk nyesuaiin standar persyaratan kampus luar negeri namun pada akhirnya kita bisa, kamu juga bisa".
teriaknya panjang amat, Kak...........................
hahahah gak kok khayalan Arina aja ini mah
mungkin PPI Dunia ini berusaha menampilkan cerita dari 20 orang berbeda dengan latar belakang berbeda, supaya referensi realitas kita dalam melihat hakekat memperjuangkan beasiswa juga semakin beragam. Tak cuma 2 cerita di atas saja. Ada juga yang dengan latar belakang mahasiswa sekaligus "ibu" dengan anaknya yang masih balita sampai cleaning service yang kini sukses menempuh studi di Madinah. Ibaratnya, no excuse dalam menjadi pejuang beasiswa, kalau berusaha dan berdoa pasti bisa. Mereka yang mungkin ada yang lebih susah dari posisi kita saat ini, ternyata sanggup melunasi mimpi-mimpinya,eaa...
Tamparan keras untuk saya, yang masih suka menjadi ratu procrastinate sedunia dalam latihan soal TOEFL/IELTS dan isi formulir beasiswa.
Karena ini buku giveaway jadi saya tidak tahu harga pastinya. Tapi dahulu pernah kepo kalau tidak salah harganya sekitar Rp. 48.000,- . Entahlah jika ada perubahan harga atau selisih beberapa perak di beberapa toko buku. Kalau mau beli buku ini coba cari di toko buku terdekat seperti Gramedia atau Togamas, semoga masih ada ya. Harga yang sesuai untuk buku yang berisi cerita-cerita ringan namun berbobot untuk mereka yang ingin tahu bagaimana proses mendaftar studi ke luar negeri atau untuk sekedar recharge energi buat mereka yang agak putus asa di tengah berjuang atau bahkan pura-pura lupa (?) seperti saya ini hahahaha. Sebenarnya agak lama menghabiskan buku ini, agak bosan juga. Pada akhirnya saya berhasil menyelesaikan buku ini dalam waktu 4 hari. Lumayan lama sebenarnya ya heheuu :'')
Last but not least, satu kutipan dari Mbak Zakiyah Eke, mahasiswa Master di Wageningen University, Belanda yang sangat kusuka.
"Sebab kita tak tahu, bagian yang mana dari ikhtiar kita yang menjadi rezeki kita.. Keep going!"
Tetap semangat yhaaaaaa!


