my profile

Minggu, 30 Juni 2019

Agar Tetap Chill dalam Menjalani Hidup: Hold on

Hai, long time no see..
Pernahkah kalian mendengar sebuah quote yang kira-kira begini bunyinya,"kata tanpa spasi jadinya tidak bermakna apa-apa, butuh jeda kata per kata agar dapat dibaca"
kemudian disangkut pautkan oleh makna relationship yang artinya pasangan itu juga butuh jarak, ga harus selamanya rekat jadi satu.
Ya sama kayak lirik lagu Tulus yang bunyinya,"kita tetap butuh ruang sendiri-sendiri"

Lalu apa maksudnya prolog ini haee maemunah
Maksudnya, kamu harus tetap punya jeda untuk dapat terus menikmati hidup. 
ini bukanlah sebuah tulisan yang runtut, ceritanya padat jelas berisi. Ini hanyalah implementasi pikiran seorang Arina yang kadang muncul tidak terduga. 
Let me tell you..

Sering aku merasa punya waktu me-time justru ketika sedang dalam perjalanan jauh naik bus atau kereta. Sambil memandang keluar lewat jendela, pikiran-pikiran yang belum sempat ku pikirkan jadi bisa ku pikirkan saat itu. Aku yang mungkin lelah dengan segala pekerjaan rumahan, mendadak jadi lebih berpikir kalem dan jernih serta bersyukur jika anggota keluarga di rumah masih lengkap. 
Segala tanggungan kerjaan freelanceku dan strategi lamaran-lamaran pekerjaan yang rumit layaknya benang kusut mendadak jadi lebih jelas alurnya. 
Pikiran-pikiran insecure, tetap insecure sih hanya saja lebih kepada pasrah dan ya-hadapi-saja mode on. 
Hingga akhirnya aku begitu menikmati perjalanan jauh ini, sebuah short escape dari hiruk pikuk tanggung jawab dan tekanan sosial. Only me and my own mind.

Ada lagi momen short escape andalan yang tak kalah pendeknya, yakni menyeruput kopi hitam panas. Aku terbiasa minum kopi sedari masih duduk di bangku taman kanak-kanak. Tentunya bukan kopi porsi sendiri, namun menyeruput kopi milik ayah yang tiap pagi terhidang di meja. Rasanya masih agak pahit, ayah memang lebih suka kopi dengan gula sedikit, yang membuat seleraku sama sampai saat ini. 

Ketika di warung soto milik mama, aku selalu membuat kopi hitam sendiri. Dinikmati selagi panas mongah-mongah itu sudah suatu kewajban. Setiap ku menyeruput kopi, pikiranku selalu menjadi lebih rileks dan mendadak bijak menghadapi (masalah) hidup.

Lagi, momen me-time ku ketika aku duduk termenung di kota lain. Entah itu menunggu suroboyo bus di halte RSAL Surabaya atau ketika duduk diam di halte depan gedung Pacific Century Place SCBD Jakarta. Arina memang hobi sekali jika disuruh duduk diam wkwk. Buatku, duduk diam di suatu tempat di kota lain lebih menenangkan dan menyajikan ruang merenung daripada duduk diam di kota sendiri. Banyak sekali yg ku amati. Arina yang biasanya pandangannya datar, mendadak menjadi haru sendiri ketika melihat ekspresi salah satu bapak driver ojol. Melihat gurat-gurat lelah di wajah beliau, keringat, debu dan ekspresi lainnya, mendadak membuat Arina bertekad untuk terus berjuang. 
Atau ketika Arina melihat lalu lalang transaksi jual beli di pasar tradisional. Ah, pasar tradisional selalu jadi salah satu tempat untuk melihat kenyataan hidup senyata-nyatanya. 

Ini semua akan beda cerita jika momen me-timenya tidak 100 persen menjadi sebuah aktivitas me-time. Contohnya, Arina yang menunggu ojol atau bus sembari harap-harap cemas karena terburu-buru.  
Arina yang numpang lewat depan pasar atau duduk di pasar tapi masih mikirin kerjaan.
Arina yang nyeruput kopi hitam sambil terburu-buru
Arina yang bepergian jauh namun dengan teman atau sambil diburu kerjaan jadi tetep buka laptop di perjalanan
dan lain lain
Semua kegiatan itu menjadi tak berjeda, zheyeng..
Tidak ada bedanya dengan aktivitas-aktivitas harian kita lainnya. 

Menjadi tetap chill dalam menjalani hidup tak melulu pergi travelling, walaupun yhaaaa travelling bisa banget untuk menjadi sarana jeda dalam aktivitas sehari-hari. Namun, untuk sobat misqueen seperti aku, memaknai begitu dalam sebuah aktivitas sederhana bisa menjadi salah satu alternatif jeda. Sesederhana cara-caraku di atas. 
Tentu, lagi-lagi tiap orang akan memiliki preferensi jeda yang berbeda-beda. Mau tenggelam dalam renungan diri sendiri atau mencari hiburan di luar sana sambil haha-hihi. Intinya, di tengah kehectican hidup, tetaplah mencari jeda untuk mengisi kembali energimu. Ketika energi kembali terisi, biasanya kita jadi lebih jernih untuk menentukan apa yang harus kita lakukan. 
Hold on, babe. It is not the end of time
Jadi, apa aktivitas jeda andalanmu? Semoga ia memberikan makna-makna agar kamu tetap terus semangat dan chill menjalani hidup.