Semenjak saat itu, sebut saja Aku dan Indra menjadi teman baik. Definisi teman baik dengan teman biasa menurut seorang Widya disini adalah yha mereka yang lebih intens berkomunikasi daripada lain yang mungkin hanya sebatas basa-basi atau say hi! saja. Kalau mau dibilang teman akrab, ya belum lah, baru juga kenal beberapa hari.
ini bukan kali pertama aku mempunyai teman laki-laki. Mungkin jika dijumlah teman lelaki dari taman kanak-kanak hingga detik awal kuliah, jumlahnya sudah ribuan mungkin. Namun hanya segelintir yang amat sangat akrab hingga berpindah level pun. Maksudnya berpindah level disini adalah naik dari SD ke SMP, SMP ke SMA, SMA ke Kuliah. Begitu. iya begitu. Ya bahkan baru aku tau, jika memang itu wajar adanya. Jika kata dosen teori komunikasi di kelasnya, beliau berkata bahwa manusia berkomunikasi karena adanya sebab dan kebutuhan. jika kebutuhan itu telah berhenti atau selesai boleh jadi komunikasi itu akan berkurang bahkan menghilang setelahnya. Ya itulah, people come and go.
Namun disini, aku begitu aneh rasanya, karena bisa akrab dengan sosok laki-laki seperti Indra. Jujur, 2 minggu pertama kuliah bahkan aku tak tahu jika sosoknya yang menurutku agak bad boy itu ada di dalam kelas. Aku bahkan juga tak tahu nama. Tak tahu rupa dan tak tahu nama, lengkap sudah tingkat kecuekan dan kebodohan dalam menghafal nama. Namun mungkin si Widya muda ini tak sadar bahwa seseorang yang bahkan tak pernah dia bisa hafalkan nama dan mukanya ini,bakal jadi sosok yang tak akan pernah bisa terlupa atau bahkan berhenti untuk diperjuangkan. WES A MODAR KOWE GAK ISO MOVE ON
********
Selain kerja kelompok bersama, satu tempat favorit di awal mahasiswa baru adalah perpustakaan pusat kampus. Ya bagiku, ke perpustakaan itu penting. Aku selalu meminjam buku paket yang sesuai dengan mata kuliahku. Kupinjam, kuperbaharui tiap 2 minggu, begitu aja terus. Serta bisa juga baca novel gratis di pojok perpus, sambil leyeh-leyeh. Tampaknya kesukaanku itu diikuti oleh Indra. Aku tak tahu apakah Indra juga meminjam buku paket sepertiku, yang aku tahu kami sering ke perpustakaan bersama dan baca novel di pojokan. Atau bahkan internetan dan mengerjakan tugas dalam perpustakaan. Ya jauh dulu sebelum ada gazebo khusus leyel-leyeh dan internetan di luar perpustakaan, kami memang selalu di dalam perpustakaan.
Aku juga tak tahu, mengapa jokes kita selalu receh. Ada saja yang ditertawakan. Disitu pun aku baru paham hakekatnya tertawa. Tertawa entah kenapa lebih mudah terpatri di hati, jika kita ingat dengan siapa kita tertawa. Ternyata memang terasa lengkap jika tertawa bersamanya atau melihatnya tertawa. seperti pada kasus saat kita mengerjakan tugas kelompok Sosiologi di Gazebo dekat ICT pusat.
"Ndra, liat deh ini siniii", tunjukku pada satu lembar pengumuman kehilangan di dekat gazebo
"Apa?", tanya nya
"Ini lho masak pengumuman kehilangan dompet, yg dikasi foto mas nya yang punya sih, kalau foto KTP atau dompetnya sih masih cocok"
"Iya ya, udah gitu foto background nya di pantai lagi"
"klo pengumuman kehilangan pake foto cowok ini, kayak pengumuman kehilangan pacar/mantan tau ga haha"
"yakaliii, telah hilang mantanku, trus dikasi foto, gitu ya Wid?"
"HAHAHAHAH IYA NDRA gitu dah"
"Ntar aku mau pasang foto Maudy Ayunda deh, ku tulis, Pengumuman, telah kehilangan mantan yang kucinta"
"heleh, ya kaliii Ndraaa HAHAHHA"
kemudian kami berdua tertawa terbahak-bahak gak karuan. Teman kelompok kami lainnya pun hanya bingung dengan ulah kami. Tertawa pun tidak. kalian yang baca pasti gak ketawa kan? HHAHAHA
********
Pembukaan Student Day Universitas
Bagi seorang maba kala itu, entah mengapa banyak sekali kegiatan yang harus dilalui. Melelahkan rasanya. Student Day disini adalah kegiatan di luar hari efektif kuliah, biasanya kompetisi-kompetisi seperti basket, sepakbola, dance, dll. Seleksi mulai dari antar kelas 1 jurusan, antar jurusan 1 fakultas, kemudian yang tertinggi adalah antar fakultas memperebutkan piala rektor. Ya layaknya class meeting saat SMA. Namun aku lebih suka Class Meeting SMA karena pelajaran jadi kosong dan kita bisa pulang lebih pagi, tidak ada pelajaran pula HAHA. Sedangkan acara ini dilakukan hari Sabtu, bahkan ada pula yang hari minggu. Lalu kapan liburnya? ;(
Di pembukaan kali ini, kita harus jalan sehat dulu. Kami sudah berkumpul pagi-pagi untuk bersiap jalan sehat di Hellypad kampus kala itu. Sepanjang perjalanan mengitari kampung, aku dan teman-teman lainnya bercanda dan tertawa. Sampai pada suatu momen yang menjadi titik awal aku memanggil Indra dengan sebutan tambahan berupa "Kakak". Iyeuh banget kan ya haha.
kala itu, sedang booming salah satu film drama Thailand, aku pun lupa judulnya. Yang jelas tokohnya adalah Shone dan Nam. Nam yang awalnya dekil mencintai kakak kelasnya, Shone yang tampan dan baik hati. Walaupun Nam sudah bertransformasi cantik setelahnya, ternyata Shone memang memendam rasa pada Nam jauh sebelum Nam berubah. Kira-kira sekilas seperti itu ceritanya. Pada saat itu entah siapa yang memulai, Indra berjalan di depanku sambil memanggilku dengan sebutan Nam. Aku pun memanggilnya dengan sebutan Kak Shone (nama sebenarnya sosok Indra ini memang agak mirip dengan sebutan "Shone" hehe )
kami saling memanggil dengan aku logat Jawa-Thailand dan dia Padang-Thailand.
Salah satu temanku kala itu cuma ketawa saja melihat tingkah kami berdua. Hai, Kak Shone, mungkinkah aku adalah Nam mu yang bisa bersatu suatu hari nanti ? :')
Tidak ada komentar:
Posting Komentar