Hallo, selamat pagi, siang, sore dan malam untuk teman-teman semuanyah yang baca postingan ini. wkwkwk sok-sokan adlib awal radio ppi dunia nih hahaha.
selagi mau edit draft cerita mungkinkah part 4 dan part lainnya, pengen banget nulisin hal ini, haha. Alay sih emang, tapi gimana dong aku suka sih xD
kalian tau Gita Savitri Devi ga sih? entah mengapa di circle aku, mbak-mbak selebgram dengan akun @gitasav ini terkenal banget. Aku pun awalnya tahu dari mereka sih, lihat vlog nya satu persatu, gak cuma daily vlog atau beauty vlog nya aja. Aku suka juga konten beropini dia. Yupp entah kenapa mahasiswi Indonesia di Jerman satu ini selalu punya opini yang sepemikiran sama aku.*duhh Rin kok ge'er banget sih Hahahahah
HAHA gak kok, but seriously aku ngerasa apa yang aku yakini terhadap suatu isu itu ya kurang lebih sama lah kayak yang dibilang Gita. Bedanya, dia berani menyuarakan tanpa takut pro kontra gitu. Di akun Instagram nya dan di Youtube nya.
Sedangkan seorang Arina, ketika mulai beropini terhadap suatu hal di Instastory, mendadak jadi insecure, takut kalau salah omong. Kok beropini, kadang upload apapun di instastory kok kayaknya insecure pula. Kalau posting yang receh-receh karena aku suka hal-hal lucu,mendadak takut aja gitu sama penilaian ,
"Dih Arina ini tukang Instastory mulu, gak ada kerjaan apa"
"Iya gak mutu, nirfaedah banget"
"Ya Allah perempuan postingannya gini"
klo kebetulan posting lagi di cafe, atau nonton atau makan yang agak mewah gitu (believe me, itupun karena Arina dibayarin ajah. Sekarang kalo nurutin nongkrong nyari kesenangan mulu ya jebol dompet sist, kapan nabungnya? :') )
"Dih gak sederhana banget jadi wanita"
"Iya boros banget gak cocok dijadiin istri"
"mbok ya kalau perempuan baik itu di masjid dan kajian, bukan di cafe ketawa-ketawa"
hiks hiks, kalau ini insekuritas dari pandangan cowok-cowok sih. Duh ilang sudah kesempatan untuk dimasukkan list calon ibu buat anak-anaknya haha
padahal biasanya aku pun belanjanya di pasar, makannya masak sendiri tahu tempe ala kadarnya wkwkkwkwkw.
EH TAPI ITU INSEKURITAS DARI DALAM DIRI YA, bukan literally orang bilang gitu ke aku. Ya ada sih yang pernah bilang aku nge-story mulu dan gak berfaedah wkwk. Tapi selebihnya gak seperti itu kok, teman-temanku baik uwuwuwuwuwu
but beneran sih pernah dulu aku posting lagi baca buku tentang islamic issue gitu. 3 hari kemudian aku baca buku tambahan yang judulnya emang agak provokatif sih tapi isinya gak gitu deh sumpah. Judulnya, "Bagaimana jadinya dunia tanpa islam?". Itu justru buku penelitian yang membuktikan kalau ada tidaknya Islam, itu dunia tetap perang, tetap ada terorisme dan radikalisme. So, don't judge the book by your cover lah yeu sist/gan
gak lama kemudian ada yang kirim Direct Message di Instagram kira-kira isinya,"Lho Rin bukannya kemarin kamu baca buku tentang islam gitu ya? kok sekarang gini?"
ya Allah ingin menangis rasanya. nangis karena gini banget ya penilaian orang, untung yang ini ngomong, kalo yang menduga-duga doang? sedih hiks
BAH! kamu mau cerita apa sih heh? gak langsung aja ribet banget!
ya intinya itu, aku orangnya suka insecure dalam menyampaikan sesuatu. Takut inilah, itulah dan aku seneng banget kalau seorang Gita Savitri ini berani banget. Pro dan Kontra gak cuma sekali dia dapat. Ya, namanya suatu konten opini pasti ada aja lah dua kubu bahkan multiple kubu. Mungkin seorang Arina aja yang masih belum kuat dicaci. But, aku gak anti kritik kok, kalau anti kritik aku marah, tapi ini aku cuma takut salah wkwkwkwk. Tolong jangan dibully, aing newbie mas mbak wkwkw
Sore ini aku mendapati postingan instastory seorang Gita Savitri tentang pemberitaan di salah satu akun islam gitu. Di akun islam itu me-repost tentang bagaimana salah seorang muslim di Dresden, Jerman diperlakukan gak enak disana.Gak boleh Sholat di suatu ruangan tempat dia bekerja dan akhirnya dia memutuskan untuk cabut dari tempat kerjanya. Sebenarnya aku tahu siapa orangnya bahkan aku tahu postingan aslinya di akun facebooknya. Terlebih beliau pernah booming juga tahun lalu karena membuat surat balasan buat postingan anak SMA dari Banyuwangi kala itu yang sempat booming juga. Duh mau lah aku jadi booming juga HAHAHAGAKKOK, Aku juga tadinya ingin menunjukkan link dan postingan yang bersangkutan. Cuma enggak deh wehehehehehehehehhecariamanwehehehehe. Yaudah cukup tahu saja yah.
Dan aku pada saat itu entah kenapa DM kak Gitasav ini (dipanggil kakak karena dia lebih tua dari aku weheheh), bertanya siapakah orang itu, apakah seperti orang yang kupikirkan, kemudian aku beropini begini begitu. Kurang lebih sama seperti opini kak Gitasav yang perlakuan seperti itu memang jarang banget, 1:1000 lah. Selain itu bagaimana kita membawa diri juga penting sih. Ibaratnya dimana tanah dipijak, disitu langit dijunjung. Misal ternyata "langit kita" beda banget sama langit dimana kita singgah, kurangi sedikit ego dan hormati, cari cara bagaimana kita tetap bisa menunaikan hak kita dan tetap menunaikan tanggung jawab. Toh, aku juga punya beberapa kenalan yang kuliah di Luar Negeri. Awalnya susah namun lambat laun mereka baik-baik saja. See? apparently it depends on the way we put ourself in society.
"ELAH RIN, kayak kamu pernah hidup di luar negeri"
heheh iya sih gak pernah lama di luar negeri, paling lama cuma 2 minggu itupun di Malaysia yang dominan muslim pula. Makanya ini lagi berusaha mewujudkan mimpi kesana, doakan yaaaaaaa love youuu
Trus ya, aku DM seperti itu gak berharap dibalas sih. Dibaca aja syukur kan. Ternyata dibaca dan dibales dong, duuuuhhhhhh aapalah Arina yang receh ini dibalas seorang Gita Savitri wkwkw
mungkin di luar sana dia juga udah sering bales komen, DM atau apalah di semua sosial media nya dia. But it was really meaningful for me. Mendadak aku punya kepercayaan diri lagi setelah entah kenapa menghilang hampir setahun lalu. Setelah ini bakal lebih semangat memperbaiki diri dan melanjutkan mimpi. Mau tingkatin belajar ilmu agama lagi agar senantiasa ingat, banyakin baca buku dan melihat isu agar terbuka pikirannya. DAAAANNNN tak lupa harus pede, kurang-kurangi Insecure. Insecure itu berat, mending selow aja HAHAHAHHA (mau ala-ala Dilan but gagal).
Last but not Least, thank you kak Gitasav
setelah ini mau bkin konten beropini juga ah di Blog.
love you semoga kita bisa ketemu suatu hari nanti. xoxo
selagi mau edit draft cerita mungkinkah part 4 dan part lainnya, pengen banget nulisin hal ini, haha. Alay sih emang, tapi gimana dong aku suka sih xD
kalian tau Gita Savitri Devi ga sih? entah mengapa di circle aku, mbak-mbak selebgram dengan akun @gitasav ini terkenal banget. Aku pun awalnya tahu dari mereka sih, lihat vlog nya satu persatu, gak cuma daily vlog atau beauty vlog nya aja. Aku suka juga konten beropini dia. Yupp entah kenapa mahasiswi Indonesia di Jerman satu ini selalu punya opini yang sepemikiran sama aku.*duhh Rin kok ge'er banget sih Hahahahah
HAHA gak kok, but seriously aku ngerasa apa yang aku yakini terhadap suatu isu itu ya kurang lebih sama lah kayak yang dibilang Gita. Bedanya, dia berani menyuarakan tanpa takut pro kontra gitu. Di akun Instagram nya dan di Youtube nya.
Sedangkan seorang Arina, ketika mulai beropini terhadap suatu hal di Instastory, mendadak jadi insecure, takut kalau salah omong. Kok beropini, kadang upload apapun di instastory kok kayaknya insecure pula. Kalau posting yang receh-receh karena aku suka hal-hal lucu,mendadak takut aja gitu sama penilaian ,
"Dih Arina ini tukang Instastory mulu, gak ada kerjaan apa"
"Iya gak mutu, nirfaedah banget"
"Ya Allah perempuan postingannya gini"
klo kebetulan posting lagi di cafe, atau nonton atau makan yang agak mewah gitu (believe me, itupun karena Arina dibayarin ajah. Sekarang kalo nurutin nongkrong nyari kesenangan mulu ya jebol dompet sist, kapan nabungnya? :') )
"Dih gak sederhana banget jadi wanita"
"Iya boros banget gak cocok dijadiin istri"
"mbok ya kalau perempuan baik itu di masjid dan kajian, bukan di cafe ketawa-ketawa"
hiks hiks, kalau ini insekuritas dari pandangan cowok-cowok sih. Duh ilang sudah kesempatan untuk dimasukkan list calon ibu buat anak-anaknya haha
padahal biasanya aku pun belanjanya di pasar, makannya masak sendiri tahu tempe ala kadarnya wkwkkwkwkw.
EH TAPI ITU INSEKURITAS DARI DALAM DIRI YA, bukan literally orang bilang gitu ke aku. Ya ada sih yang pernah bilang aku nge-story mulu dan gak berfaedah wkwk. Tapi selebihnya gak seperti itu kok, teman-temanku baik uwuwuwuwuwu
but beneran sih pernah dulu aku posting lagi baca buku tentang islamic issue gitu. 3 hari kemudian aku baca buku tambahan yang judulnya emang agak provokatif sih tapi isinya gak gitu deh sumpah. Judulnya, "Bagaimana jadinya dunia tanpa islam?". Itu justru buku penelitian yang membuktikan kalau ada tidaknya Islam, itu dunia tetap perang, tetap ada terorisme dan radikalisme. So, don't judge the book by your cover lah yeu sist/gan
gak lama kemudian ada yang kirim Direct Message di Instagram kira-kira isinya,"Lho Rin bukannya kemarin kamu baca buku tentang islam gitu ya? kok sekarang gini?"
ya Allah ingin menangis rasanya. nangis karena gini banget ya penilaian orang, untung yang ini ngomong, kalo yang menduga-duga doang? sedih hiks
BAH! kamu mau cerita apa sih heh? gak langsung aja ribet banget!
ya intinya itu, aku orangnya suka insecure dalam menyampaikan sesuatu. Takut inilah, itulah dan aku seneng banget kalau seorang Gita Savitri ini berani banget. Pro dan Kontra gak cuma sekali dia dapat. Ya, namanya suatu konten opini pasti ada aja lah dua kubu bahkan multiple kubu. Mungkin seorang Arina aja yang masih belum kuat dicaci. But, aku gak anti kritik kok, kalau anti kritik aku marah, tapi ini aku cuma takut salah wkwkwkwk. Tolong jangan dibully, aing newbie mas mbak wkwkw
Sore ini aku mendapati postingan instastory seorang Gita Savitri tentang pemberitaan di salah satu akun islam gitu. Di akun islam itu me-repost tentang bagaimana salah seorang muslim di Dresden, Jerman diperlakukan gak enak disana.Gak boleh Sholat di suatu ruangan tempat dia bekerja dan akhirnya dia memutuskan untuk cabut dari tempat kerjanya. Sebenarnya aku tahu siapa orangnya bahkan aku tahu postingan aslinya di akun facebooknya. Terlebih beliau pernah booming juga tahun lalu karena membuat surat balasan buat postingan anak SMA dari Banyuwangi kala itu yang sempat booming juga. Duh mau lah aku jadi booming juga HAHAHAGAKKOK, Aku juga tadinya ingin menunjukkan link dan postingan yang bersangkutan. Cuma enggak deh wehehehehehehehehhecariamanwehehehehe. Yaudah cukup tahu saja yah.
Dan aku pada saat itu entah kenapa DM kak Gitasav ini (dipanggil kakak karena dia lebih tua dari aku weheheh), bertanya siapakah orang itu, apakah seperti orang yang kupikirkan, kemudian aku beropini begini begitu. Kurang lebih sama seperti opini kak Gitasav yang perlakuan seperti itu memang jarang banget, 1:1000 lah. Selain itu bagaimana kita membawa diri juga penting sih. Ibaratnya dimana tanah dipijak, disitu langit dijunjung. Misal ternyata "langit kita" beda banget sama langit dimana kita singgah, kurangi sedikit ego dan hormati, cari cara bagaimana kita tetap bisa menunaikan hak kita dan tetap menunaikan tanggung jawab. Toh, aku juga punya beberapa kenalan yang kuliah di Luar Negeri. Awalnya susah namun lambat laun mereka baik-baik saja. See? apparently it depends on the way we put ourself in society.
"ELAH RIN, kayak kamu pernah hidup di luar negeri"
heheh iya sih gak pernah lama di luar negeri, paling lama cuma 2 minggu itupun di Malaysia yang dominan muslim pula. Makanya ini lagi berusaha mewujudkan mimpi kesana, doakan yaaaaaaa love youuu
![]() |
| Beginilah DM nya, yang atas gausa diliatin yah haha |
Trus ya, aku DM seperti itu gak berharap dibalas sih. Dibaca aja syukur kan. Ternyata dibaca dan dibales dong, duuuuhhhhhh aapalah Arina yang receh ini dibalas seorang Gita Savitri wkwkw
mungkin di luar sana dia juga udah sering bales komen, DM atau apalah di semua sosial media nya dia. But it was really meaningful for me. Mendadak aku punya kepercayaan diri lagi setelah entah kenapa menghilang hampir setahun lalu. Setelah ini bakal lebih semangat memperbaiki diri dan melanjutkan mimpi. Mau tingkatin belajar ilmu agama lagi agar senantiasa ingat, banyakin baca buku dan melihat isu agar terbuka pikirannya. DAAAANNNN tak lupa harus pede, kurang-kurangi Insecure. Insecure itu berat, mending selow aja HAHAHAHHA (mau ala-ala Dilan but gagal).
Last but not Least, thank you kak Gitasav
setelah ini mau bkin konten beropini juga ah di Blog.
love you semoga kita bisa ketemu suatu hari nanti. xoxo

Tidak ada komentar:
Posting Komentar