ya Allah,
inikah takdirmu, mempertemukanku dengan seseorang yg bahkan tak pernah ku bayangkan sebelumnya..
memperkenalkan aku begitu dekat dengan seseorang yg bahkan aku tak pernah peduli pd awalnya dengan orang itu, mendekatkanku pada seseorang yg bahkan tak aku harapkan pada awalnya..
dari awal aku masuk ke ruangan itu pun, aku tak menangkap secuil sosoknya, aku terlalu cuek utk sedikit mengamati sekitarku, bahkan sampai 2 minggu dlm atap ruang yg sama, aku tak pernah menganggap dia "ada" atau menganggap aku "punya" teman sekelas yaitu dia.. bahkan ketika aku mulai menyadari bahwa ada sosoknya yang ada, persepsi negatif memenuhi otakku ketika melihat dia utk pertama kali. tapi ah, ya sudahlah buat apa terlalu menilai org yg blm kita tahu sisi dalamnya?
sedikit flashback di masa lalu bagaimana bisa aku mengenal org ini..
jadi senyum2 sndri jika ingat dahuluu
dan semua proses dia yg masuk ke kehidupanku ,
ketika keadaan membuat kita senantiasa bertemu setiap hari, yg ternyta mjd kebiasaan dan candu dlm hati ini..
yg sakit ketika dia tak menghiraukanku, yg rindu ketika dia tak ada di kelas, yg menangis ketika aku sudah tak kuat menahan perasaan ini sndrian atau mungkin terluka karena sesuatu yg cukup sepele..
Ya Allah,
engkaulah dzat yang maha mengetahui segala isi hati, bagaimana perasaan ini pd nya..
engkau tahu bagaimana kegundahan hati ini..
dia terlalu sempurna untukku yg seperti ini..
entah keshalehannya,entah sosok dirinya..
aku tahu bagaimana banyak org yg begitu mendambanya
tak sedikit yg memimpikannya
tak sedikit yg berkata bahwa memang dia yg memenuhi kriteria..
Ya Allah
engkau pasti juga tahu ketika aku meringkuk sakit di pojokan kamar setelah mendengar penuturan salah satu teman yg menyukainya, engkau pasti juga tahu bgmn perasaan ini seperti dihujani ribuan jarum ketika ada satu hal yg membuatku cemburu..
Ya Allah,
hamba memang hanya wanita biasa, yg tak cukup menarik, yg tak cukup harta,
hamba hanyalah hamba, ya inilah hamba..
seringkali hamba berfikir, mengapa hamba dipertemukan seseorang, yg pada awalnya cukup berarti tetapi pada akhirnya hamba harus menahan sakit ..
mungkin hamba hanya bisa berdoa, berdoa yg terbaik..
Ya Allah,
jika memang kenyataan pahit yg hamba terima, hamba ikhlas, tapi tolong jauhkanlah hamba darinya, hamba tak sanggup jika suatu hari nanti hamba bertemu dengannya dgn seseorang lain.. cukup hamba tahu bahwa dia pasti bahagia dgn pilihannya, bagi hamba kebahagiaannya adalah penyejuk..
Ya Allah,
terimakasih telah mempertemukanku dgn seseorang yg tak pernah kubayangkan ,
yg begitu berbeda,
terimakasih telah mempertemukanku pada sosok lelaki baik nan religius yg lain setelah ayahku..
Ayah, anakmu mencintai seseorang yg begitu sempurna..
yg pasti ayah juga suka padanya,
tapi, aku merasa tak pantas dengannya, Yah..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar